News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemkab Soppeng Tegaskan Penggunaan Istilah "Hari Jadi Soppeng", Bukan "Kabupaten"

Pemkab Soppeng Tegaskan Penggunaan Istilah "Hari Jadi Soppeng", Bukan "Kabupaten"


SOPPENG — Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengeluarkan klarifikasi resmi terkait istilah yang digunakan dalam perayaan tahunan daerah. Langkah ini diambil untuk mengoreksi penyebutan yang telah beredar luas di tengah masyarakat terkait dengan peringatan hari jadi.

Klarifikasi mengenai ketepatan istilah ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memelihara akurasi sejarah, sekaligus menyelaraskan cara menyebutkan momen penting tersebut di seluruh kalangan. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa arti dari peringatan tahunan ini tidak terdistorsi.

Pemerintah menegaskan bahwa penyebutan yang tepat adalah “Hari Jadi Soppeng”, bukan “Hari Jadi Kabupaten Soppeng”. Hal ini didasarkan pada perbedaan mendasar antara Soppeng sebagai entitas sejarah dan budaya yang telah eksis sejak ratusan tahun lalu, dengan Kabupaten Soppeng sebagai wilayah administratif yang terbentuk dalam sistem pemerintahan modern.

Momen tahunan ini dilaksanakan guna merujuk pada lahirnya Soppeng sebagai entitas sejarah dan peradaban, bukan pada pembentukan kabupaten sebagai struktur administratif semata.

Oleh karena itu, istilah yang tepat untuk digunakan adalah “Hari Jadi Soppeng”. Penegasan tersebut disampaikan oleh Nasyitah Usman, Kabid Humas, Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Diskominfo Soppeng, dikutip dari pemimpin redaksi Sulselinfo.com yang juga Putra dari mantan Kakandep Sosial Soppeng era (1997) Drs. Andi Makmun Hasan, sekaligus cucu Andi Hasan Petta Sulewatang Ganra.pada Rabu (25/03/2026)

“Peringatan yang kita laksanakan setiap tahun merujuk pada lahirnya Soppeng sebagai entitas sejarah dan peradaban, bukan pada pembentukan kabupaten sebagai struktur administratif. Oleh karena itu, penggunaan istilah yang tepat adalah ‘Hari Jadi Soppeng’,” demikian penegasan yang disampaikan, melalui keterangan tertulis Nasyitah Usman Kabid Humas, Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Diskominfo Soppeng, yang dikutip dari  redaksi Sulselinfo.com, Rabu, (25/03).

Menurut pemerintah daerah, pelurusan istilah ini penting untuk mencegah kekeliruan dalam memahami sejarah, terutama di kalangan generasi muda. Kesalahan penyebutan dinilai berpotensi mengaburkan makna historis dari peringatan tersebut.

Pemkab Soppeng pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, media, hingga pemangku kepentingan lainnya, untuk menggunakan istilah yang benar dalam setiap publikasi maupun kegiatan resmi.

“Ini bukan sekadar persoalan redaksi, tetapi bagian dari upaya menjaga keutuhan sejarah dan identitas daerah. Kami berharap ke depan tidak ada lagi kekeliruan dalam penyebutan,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pemerintah daerah akan terus mengedukasi masyarakat terkait sejarah Soppeng guna memperkuat jati diri dan kebanggaan lokal.

Adapun penulisan ucapan yang benar dalam momentum peringatan tahun ini adalah: “Selamat Hari Jadi Soppeng ke-765, 23 Maret 1261 – 23 Maret 2026.” (***)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar